Nanda Indira Bupati Pesawaran – Diperiksa penyidik Kejaksaan Besar( Kejati) Lampung terpaut dugaan korupsi proyek sistem penyediaan air minum( SPAM) senilai Rp 8, 2 miliyar.
Pengecekan tersebut berkaitan dengan status Nanda Indira selaku istri dari terdakwa Dendi Ramadhona, mantan Bupati Pesawaran yang sudah lebih dahulu diresmikan selaku terdakwa dalam masalah tersebut.
Asisten Pidana Spesial( Aspidsus) Kejati Lampung, Armen Wijaya, menegaskan kalau pengecekan terhadap Nanda Indira dicoba dalam kapasitas selaku saksi, bukan selaku kepala wilayah.
Baca Juga : Youtuber Resbob Diduga Lakukan Hinaan Terhadap Warga Sunda
Nanda Indira Bupati Pesawaran Melaksanakan Pengechekan
“ Pada hari ini regu penyidik melaksanakan pengecekan terhadap saudari Nanda Indira dalam kapasitas selaku saksi. Pengecekan ini buat pendalaman serta klarifikasi terpaut beberapa barang yang sudah dicoba penyitaan,” kata Armen, Sabtu( 13/ 12).
Armen mengatakan, pengecekan berlangsung sepanjang kurang lebih 8 jam. Dalam proses tersebut, penyidik mengajukan lebih dari 20 persoalan kepada Nanda.
Penyidik sedang menyelidiki keterkaitan barang sitaan yang sebelumnya disita oleh Kejati Lampung. Penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan kepemilikan dan relevansinya dengan kasus yang sedang disidik.
“Semua yang terkait dengan hasil penyidikan, termasuk barang sitaan yang sudah kami luncurkan, akan kami klarifikasi untuk menguatkan bukti dalam proses penyidikan,” jelas Armen.
Ketika ditanya apakah pemeriksaan ini terkait dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Armen menjelaskan bahwa penyidik tidak hanya fokus pada dugaan tersebut.
“ Bukan cuma dugaan, seluruh yang berkaitan dengan hasil penyidikan kami klarifikasi secara merata,” jelasnya.
Diperiksa selaku Istri Terdakwa Korupsi
Armen menegaskan, pemanggilan terhadap Nanda Indira ini ialah pengecekan awal serta dicoba murni dalam kapasitasnya selaku istri terdakwa, bukan selaku Bupati Pesawaran.
“ Ini pemanggilan awal serta butuh kami tegaskan, ini bukan pemanggilan dalam kapasitas selaku bupati,” kata ia.
Terpaut mungkin pemanggilan lanjutan ataupun penyitaan peninggalan bonus, Armen menyebut perihal tersebut masih tergantung pada pertumbuhan penyidikan.
“ Kita amati nanti perkembangannya. Kami mohon sokongan sahabat media supaya penyidikan masalah ini bisa lekas dituntaskan sampai sesi penuntutan,” tutup ia.
Peninggalan Mantan Bupati Pesawaran Disita
Kejaksaan Besar Lampung menyita puluhan peninggalan elegan kepunyaan mantan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, Rabu( 10/ 12/ 2025).
Penyitaan dicoba selaku bagian dari pengusutan permasalahan dugaan korupsi Dana Alokasi Spesial( DAK) Raga Bidang Air Minum serta proyek Ekspansi SPAM Jaringan Perpipaan Tahun Anggaran 2022.
Peninggalan yang diambil tidak main- main. Mobil serta motor elegan, duit tunai miliaran rupiah, sampai puluhan tas branded. Sepenuhnya disita dari beberapa rumah di Bandar Lampung serta Pesawaran, yang diucap penyidik mempunyai kaitan dengan aliran dana korupsi.
Aspidsus Kejati Lampung, Armen Wijaya mengatakan regu penyidik bergerak serentak di 6 kecamatan, Tanjung Karang Timur, Tanjung Karang Barat, Rajabasa, Kemiling, Gedong Tataan serta Way 5.
” Regu penyidik sudah melaksanakan penyitaan selaku upaya penyelamatan keuangan negeri( asset recovery),” kata Armen, Rabu( 10/ 12).
Penggeledahan di bermacam posisi itu membuahkan hasil besar. Kebanyakan benda sitaan ialah kepunyaan Dendi Ramadhona. Sisanya berasal dari terdakwa lain, tercantum mantan Kadis PUPR Pesawaran, Zainal Fikri, dan 3 rekanan proyek: Syahril, Sahril serta Adal.
Games Empire88 adalah permainan yang bisa membawa keberuntungan kepada para pemain!

