Kasus Siswa Keroyok Guru – Permasalahan guru SMKN 3 Tanjungjabung Timur( Tanjabtim), Agus Saputra yang dikeroyok beberapa siswanya berujung silih lapor ke Polda Jambi. Permasalahan ini terekam dalam video viral yang tersebar di bermacam platform media sosial.
Kronologi Kasus Siswa Keroyok Guru Di Jambi
Akibat pengeroyokan, guru melapor ke Polisi pada Kamis malam( 15/ 1). Pada Senin( 19/ 1) malam, giliran siswa yang melapor ke polisi atas dugaan kekerasan yang dicoba guru.
Pengacara siswa bernama samaran In, Burlian berkata, grupnya pula menuntut keadilan sebab salah satu siswa yang melapor dianiaya oleh si guru serta orang tua salah satu siswa Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Negara 3 Jambi menuntut keadilan atas permasalahan penganiayaan yang dirasakan anaknya oleh oknum guru.
Korban dianiaya 2 kali oleh guru tersebut. Penganiayaan yang menyebabkan cedera raga serta trauma. Pihak keluarga telah bernazar buat berdamai serta telah menunggu 3 hari pasca peristiwa, namun tidak terdapat proses penyelesaian secara kongkrit.
” Hasrat kami telah baik tetapi tidak terdapat asumsi dari pihak guru hingga kami terpaksa menempuh jalan hukum,” kata Burlian. Dikutip Antara, Selasa( 20/ 1/ 2026).
Bagi penjelasan orang tua korban, anaknya dipukul serta ditampar oleh oknum guru tanpa alibi yang jelas. Orang tua korban pula membantah tuduhan kalau anaknya yang memaki guru. Anak ini tidak meneriaki gurunya, melainkan kepada sahabatnya di dalam ruang belajar.
Atas permasalahan itu oknum guru tersebut dilaporkan sudah melaksanakan penganiayaan terhadap anak korban sebanyak 2 kali. Orang tua korban berharap supaya oknum guru tersebut dihukum cocok dengan undang- undang proteksi anak.
” Laporan terpaut penganiayaan ini telah kami buat, serta kami harap proses hukum bisa berjalan dengan adil,” kata Burlian.
Baca Juga : Pengendara Motor Tewas Terlindas Minibus Di Lintas Sumatra
Pengakuan Guru Agus
Sedangkan itu tipe cerita dari guru Agus, ia mengaku dipanggil” woy” oleh muridnya. Sehingga ia menampar murid tersebut.
Guru bahasa Inggris Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Negara 3 Tanjung Jabung Timur, Agus Saputra, formal memberi tahu dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polda Jambi. Laporan tersebut terbuat sehabis dirinya dikeroyok oleh beberapa murid di area sekolah.
Agus membuat laporan ke Polda Jambi pada Kamis( 15/ 1) malam dengan didampingi kakak kandungnya, Nasir. Ia menempuh pengecekan sepanjang kurang lebih 5 jam di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu( SPKT) Polda Jambi.
“ Kita buat laporan tentang permasalahan pengeroyokan yang dicoba siswa. Keadaan adik aku masih pusing tadi di- BAP,” kata Nasir.
Bagi Nasir, langkah hukum tersebut ditempuh sebab akibat yang dirasakan korban tidak cuma secara raga, namun pula psikis, terlebih sehabis peristiwa keributan itu viral di media sosial.
“ Sebab telah viral ini, ya, terdapat yang merugikan adik aku secara mental. Psikisnya tersendat, nama baiknya tercoreng di media sosial serta masyarakat. Jadi kami selaku masyarakat negeri berhak buat memberi tahu aksi pengeroyokan ini,” ucapnya.
Akibat keributan tersebut, Agus hadapi beberapa cedera lebam di sebagian bagian badan, semacam punggung, tangan, serta pipi. Selaku pendukung laporan, korban pula sudah menempuh visum.
Games Rajabotak adalah permainan yang bisa membawa keberuntungan kepada para pemain!

