Fakta Sungai Mengering Usai Bencana Banjir Sumatera
Pamanempire

Fakta Sungai Mengering Usai Bencana Banjir Sumatera

 

Fakta Sungai Mengering – Banjir Sumatra menimbulkan beberapa sungai jadi kering serta hadapi pendangkalan ekstrem. Salah satunya merupakan Sungai Batang Kuranji yang terdapat di Sumbar. Ahli sekalian dosen Kementerian Ilmu Tanah serta Sumber Energi Lahan Fakultas Pertanian Universitas Andalas( Unand) Profesor Dian Fiantis menyebut, fenomena tersebut selaku respons natural wilayah aliran sungai.

Penjelasan Fakta Sungai Mengering Oleh Profesor Dian Fiantis

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan respons alami daerah aliran sungai (DAS) terhadap hujan ekstrem. Peristiwa itu juga dipengaruhi oleh melemahnya cadangan air tanah. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan data Global Precipitation Measurement Integrated Multi-Satellite Retrievals for GPM (GPM IMERG), curah hujan di hulu Batang Kuranji pada 19–25 November 2025 tercatat melebihi 500 milimeter. Setelah itu, hujan kembali turun sekitar 190 milimeter dalam dua hari berikutnya.

Dalam kajian hidrologi, curah hujan setinggi ini menyebabkan tanah di wilayah hulu menjadi jenuh. Pori-pori tanah yang biasanya menyimpan air tidak lagi berfungsi optimal. Akibatnya, air berubah menjadi limpasan permukaan yang memicu banjir bandang.

Dampak hujan ekstrem tersebut juga membawa sedimen halus dan kasar dari kawasan hulu. Material itu kemudian terbawa aliran sungai dan mengendap di bagian tengah hingga hilir.

Endapan ini menimbulkan pendangkalan bawah sungai sampai satu sampai 2 m. Tetapi, sehabis hujan menyudahi sungai malah kehabisan pasokan air dari dasar permukaan.

Baca Juga : Ditemukan Jenazah Tanpa Kepala Dan Tangan Di Pantai Walur

Permasalahan Utama

Dia menarangkan permasalahan utama terletak pada pelemahan guna tanah serta batuan di hulu selaku spons alam.

Pergantian tutupan lahan dari hutan jadi kebun, ladang, jalur, serta permukiman, kata ia, membuat air hujan lebih kilat mengalir di permukaan tanpa tersimpan selaku cadangan air tanah.

” Keadaan ini berakibat pada melemahnya baseflow ataupun aliran bawah sungai. Sementara itu baseflow berfungsi berarti melindungi sungai senantiasa mengalir dikala hujan menyudahi,” ucap ia.

Di sebagian segmen Batang Kuranji, katanya, bawah sungai yang tersusun material vulkanik berpori besar malah membuat air sungai menyerap ke dalam tanah kala muka air tanah turun. Fenomena ini diketahui selaku losing stream, ialah sungai yang kehabisan air ke akuifer.

Tidak hanya itu, informasi curah hujan pada 12–26 Januari 2026 menampilkan hujan setiap hari di hulu Batang Kuranji relatif rendah dengan rata- rata 7, 3 mm per hari. Keseriusan ini dinilai belum lumayan buat mengisi kembali cadangan air tanah yang sudah terkuras akibat hujan ekstrem lebih dahulu.

” Keadaan Batang Kuranji dikala ini ialah pesan ekologis dari kawasan hulu. Pemecahan jangka panjang tidak terletak di hilir sungai, melainkan pada upaya pemulihan guna DAS,” kata ia.

Games Pamanempire adalah permainan yang bisa membawa keberuntungan kepada para pemain!

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *