Franchise DOOM selalu identik dengan kecepatan, kekerasan brutal, dan heavy metal. Kini, id Software dan Bethesda Softworks membawa DOOM ke arah yang sama sekali baru namun tetap mematikan dengan DOOM: The Dark Ages. Diumumkan di Xbox Games Showcase 2024, game ini akan berfungsi sebagai prequel dari DOOM (2016) dan DOOM Eternal, menyingkap asal-usul Slayer dan perjuangannya di era yang lebih kuno dan gelap. Game ini akan hadir di Xbox Series X|S, PlayStation 5, dan PC pada tahun 2025.
Latar Belakang Cerita: Awal Mula Sang Slayer
DOOM: The Dark Ages akan membawa pemain kembali ke masa lalu, jauh sebelum invasi iblis ke Bumi seperti yang kita kenal. Game Paman Empire ini akan menjelajahi asal-usul DOOM Slayer yang misterius, saat ia pertama kali mengambil perannya sebagai “Senjata Ilahi” melawan kekuatan neraka. Latar belakang ini terinspirasi oleh elemen lore yang diperkenalkan dalam DOOM Eternal, di mana kita melihat kilas balik Slayer yang terlibat dalam perang kuno melawan iblis.
Setting “Dark Ages” menyiratkan dunia yang lebih primitif, di mana teknologi mungkin belum secanggih di game-game modern. Ini membuka peluang untuk visual yang lebih grim, arsitektur yang lebih gotik, dan senjata yang mungkin memiliki sentuhan “fantasi gelap” namun tetap mempertahankan feel DOOM yang ikonik. Konsepnya adalah untuk menggambarkan sebuah era di mana kekuatan iblis telah merajalela dan kegelapan mendominasi, menyoroti perjuangan awal Slayer untuk menyingkirkan mereka.
Baca juga : The Midnight Walk: Sebuah Petualangan Horor Psikologis by Paman Empire
Gameplay DOOM: The Dark Ages : Brutalitas Klasik dengan Sentuhan Baru
Meskipun DOOM: The Dark Ages adalah prequel, id Software telah menegaskan bahwa inti gameplay DOOM yang dicintai—kecepatan tinggi, aksi first-person shooter yang brutal, dan “push-forward combat”—akan tetap menjadi fokus. Pemain masih akan terlibat dalam arena-style combat di mana mobilitas adalah kunci untuk bertahan hidup dan mengalahkan gerombolan iblis.
Namun, beberapa elemen baru telah diperkenalkan untuk menyesuaikan dengan setting “Dark Ages”:
- Senjata Baru: Trailer perdana menampilkan kombinasi senjata klasik dengan sentuhan baru, seperti Super Shotgun dengan kait yang ikonik. Selain itu, ada pengenalan “Shield Saw”, sebuah perisai bundar yang juga berfungsi sebagai gergaji yang bisa dilempar. Ini menunjukkan adanya kombinasi pertahanan dan serangan jarak dekat yang baru.
- Mekanik Baru: Penggunaan perisai besar (yang dapat digunakan untuk memblokir, memukul, atau memantulkan proyektil) menunjukkan lapisan strategis baru dalam combat. Selain itu, Slayer juga terlihat mengendarai naga mekanis raksasa dan AT-ST bergaya DOOM (walker raksasa), menyiratkan adanya segmen gameplay Paman Empire berskala besar yang epik.
- Glory Kills: Mekanik Glory Kills yang memungkinkan pemain untuk mendapatkan health dari musuh yang dilemahkan akan tetap ada, mendorong gaya bermain agresif.
Desain Visual dan Atmosfer: Gelap dan Gotik
Judul “The Dark Ages” dan trailer perdana sangat menyoroti estetika yang lebih gelap dan gotik dibandingkan DOOM (2016) atau DOOM Eternal yang lebih cerah dan futuristik. Lingkungan yang suram, benteng-benteng yang hancur, dan desain iblis yang lebih primitif namun tetap mengerikan menciptakan atmosfer yang lebih grim.
Musik, yang selalu menjadi bagian integral dari pengalaman DOOM, diharapkan akan tetap mempertahankan elemen heavy metal yang khas, namun mungkin dengan sentuhan yang lebih “epik” atau “orkestral” untuk sesuai dengan setting kuno.
DOOM: The Dark Ages menjanjikan pengalaman DOOM yang familiar namun segar, membawa pemain kembali ke akar pertarungan Slayer melawan Neraka. Dengan kombinasi gameplay Paman Empire brutal yang telah terbukti dan elemen-elemen baru yang menarik, game ini siap menjadi babak penting lainnya dalam legenda DOOM Slayer.

